SMS ini merut saya suatu ancaman yang halus , suatu yang mesti dipertanggungjawabkan dan sesuatu yang mesti dijalankan dengan ikhlas dan serius .
Sudah kewajiban kita buat slalu belajar mencari ilmu , bahkan ada pepatah mengatakan "Carilah ilmu hingga ke negeri cina" atau ada yang mengatakan "merantaulah ke negeri orang maka kamu akan mengetahui segalanya" , dan salah satu prinsip saya adalah "enggan pulang bila tak bawa barang" hadeuh .. bingung deh kalo udah berprinsip seperti itu . Hayooo .. tanggungjawabkan !!! Prinsip itu saya pegang sejak saya merantau ke kota tetangga buat ngelanjutin kuliah . Selain kalo pulang suka dapet "bawelan merdu dari sang ibu dan sang ayah" trus saya ngambek karena keseringan dibawelin , mending saya bertapa disini , saya suka sendiri dan saya suka menyendiri . hhahahaha #boong banget .
Saya lebih suka dengerin bawelan merdu ibu dan ayah lewat telpon dan sms dibanding saya ada dihadapan mereka , entah kenapa bawaannya males dengerin dan pengen cemberut , makannya daripada saya nambah dosa mending di telpon aja denger suara mereka .. #sikap yang baikkah ? saya rasa semua anak terkadang melakukan apa yang mereka inginkan termasuk melindungi diri mereka dari perbuatan dosa :D
Selain itu sikap perlindungan , saya tahu ternyata saya BELUM DEWASA ! gitu aja masih suka ngambek !
Tapi sore ini rasa itu saya kubur dalam dalam ..
Ketika beres sholat maghrib , tanpa membuka mukena , saya berdo'a pada Allah , jujur saat ini saya sedih karena ayah sedang sakit , sudah 2 minggu setiap weekend slalu bolak balik pergi ke luar kota untuk berobat , rindu sekali , ingin memeluknya , meminta maaf padanya , tapi saya serius lho .. saya selalu meminta do'a dan meminta maaf ketika sms atau telpon akan diputus . Saya berusaha membuang jauh-jauh sikap kekanak-kanakan saya yang ketika di nasehati jadi nagmbek atau cemberut . Hingga saat saya mengaji hape saya berbunyi , saat itu saya hentikan sebentar mengaji dan melirik hape yang tergeletak diatas kasur lalu saya kembali mengaji , tidak berapa lama setelah saya beres saya mendapatkan sms dari ibu ..
Bunyi smsnya ...
"Asslm.neng sht,gmn td kul.nya.dah mkn lom? Bljr yg serius ya biar cpt rbh namanya jadi ANNISA NUR AZIZAH,S.Kep.Ners. okay..?"
Subhanallaaaah ya Allah , saya langsung bersujud sambil menangis , betapa mulianya beliau , betapa besar harapan beliau kepada saya , sedangkan apa yang sudah saya lakukan pada mereka ? Saya tersedu , menangis sejadi-jadinya ..
Kalian tahu ? saya ini masih MABA , mahasiswa yang baru diangkat 2 minggu yang lalu , tapi lihat harapan orang tua ?!!! Menjadi seorang sarjana ESKEP itu mungkin akan saya dapatkan selambat-lambatnya 4 tahun dan predikat NERS itu akan saya dapatkan selambat-lambatnya setelah wisuda ESKEP dan 1 tahun menjalani NERS .
Ya Allah .. bergetar hati saya membalas sms itu , harapan mereka jauuuh sekali , harapan mereka besaaar sekali ..
Dan mulai sekarang saya berjanji sepenuh hati , akan berusaha menjadi pendengar nasihat mereka yang baik , berusaha menjalankan kewajiban denga sempurna , berusaha menjadi anak yang berbakti .
Ya Allah , berikanlah kasih sayangMu pada orang tuaku , berikanlah rejekiMu pada orang tuaku , dan sehatkanlah mereka , ijinkanlah mereka melihat kesuksesanku , ijinkanlah mereka mendampingiku saat aku menjadi wisudawati Sarjana Eskep dan menyandang NERS . aamiin .
Ini penggalan kisah yang sangat menyadarkan saya , betapa banyak orang yang mencintai kita walau hanya dengan tulisan mereka dapat menyantuh dan menyadarkan kita betapa mereka peduli dan mereka cinta pada kita . Sekarang tinggal bagaimana kita menjalani kehidupan dengan berprinsip pada tanggungjawab .. bagaimana kita menjalankan amanat .. Allah , terimakasih kau anugerahi aku sebuah cinta yang tulus .
Annisa Nur Azizah - Cimahi, 10 oktober 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar